Lebaran di Kairo Lagi Nih….

October 4th, 2008 by qurroti

Lebaran kali ini aku masih di Kairo. Ini adalah lebaran ke-4 yang aku rayakan di negeri para nabi ini. Tapi ada yang lain dengan lebaran kali ini, si mungil Fayad selalu menemani kami dalam merayakan hari raya. Kali ini aku dan suami sibuk memikirkan baju baru Fayad. Retnyata kalau sudah punya anak itu yang dipikirkan akan melulu kebutuhan si buah hati. Sepertinya kebutuhan kami sudah tak terlalu diutamakan.

Jadi ingat, beberapa tahun yang lalu aku masih selalu saja dibelikan baju baru sama mama, tapi sekarang rasanya aku tak perlu lagi memakai baju baru di hari lebaran. Dengan melihat buah cinta kami pakai baju baru, rasanya sudah membuat perasaan kamu seperti baru, melebihi kebahagiaan pakai baju baru.

Mama dan adikku mungkin sedih karena lebaran kali ini aku belum bisa hadir di tengah-tengah mereka. Siapa sih yang nggak kangen? Tapi aku yakin suatu saat nanti aku akan berkumpul kembali dengan seluruh keluarga besarku di tanah air dan juga bisa bertemu dengan semua teman-teman di Indonesia.

Oh, tidak terasa ini sudah yang keempat kalinya aku merayakan lebaran. Perlu kalian tahu, lebaran di Mesir itu tidak seramai di Indonesia. Di Mesir Idul fitri disebut sebagai ied shogir, atau hari raya kecil sedangkan idul adha disebut sebagai ied kabir atau hari raya besar, sehingga idul adha lebih meriah perayaannya dibanding idul fitri di lembah sungai nil ini.

Di Mesir yang lebih dimeriahkan malah bulan Ramadan. Hampir setiap hari dalam satu bulan itu setiap masjid di Kairo menyelenggarakan buka puasa bersama bagi siapa saja yang puasa. Banyak sumbangan diberika bagi student di sini khususnya buat pelajar asing. Jadi ya tahu sendiri lah….

Sepertinya aku akan merindukan suasana  Ramadan di Kairo setelah kembali ke tanah air nanti.

Fayad Bisa Duduk

August 25th, 2008 by qurroti

Aduh, senengnya lihat anak mama udah bisa duduk. Kalau mandi nggak usah dipegangin lagi deh…bisa siram-siram air sendiri, eiit tapi jangan diminum ya Nak…

Senangnya kihat Fayad sydah mulai bisa duduk sendiri, meskipun masih dibantu didudukkan. Tapi rasanya senang lihat perkembangannya. Rasanya baru kemarin Fayad keluar dari rahimku, eh sekarang sudah bisa ke sana dan ke sini.

Sudah mulai bisa bilang "baba…bbaa…" sudah bisa BT kalo nggak ditemenin main, wah pokoknya dan pinter deh…

Semoga Fayad jadi anak yang sholeh, cerdas, sehat….amin

Fayad Nengkurep

June 30th, 2008 by qurroti

Sekarang usia Fayad sudah lima bulan, hobinya tengkurap. Baru ditinggal bentar aja udah tengkurep. Kalau tidur juga begitu, miring ke kiri, miring ke kanan eh tahu tahu udah tengkurep. Fayad..Fayad lucu banget Nak.

Seneng banget deh lihat tingkahnya Fayad, setiap hari ada aja yang baru. Kadang teriak, kadang pidato, kadang nangis, kadang merajuk, apa kita waktu kecil juga gitu ya.

Nggak kerasa perasaan dulu Nita masih suka manja sama mama, eh sekarang sudah manjain anak. Yah waktu berjalan begitu cepat. Nanti tahu-tahu udah jadi nenek.

Panas panas

June 22nd, 2008 by qurroti

Liburan musim panas, memang bener bener panas euy. Cocok banget banget kalau kita dikasih libur panjang. Tapi gimana nasib orang-orang yang nggak ada liburan musim panasnya yah, mereka bener-bener orang-orang keren deh, bisa tetap bekerja dengan baik meskipun dalam suhu udara yang sangat panas. Tapi kalau kerjanya di ruangan berAC sih enak kali ya nggak ngerasain panasnya dunia luar.

Liburan musim panas enaknya di rumah, nggak kepanasan, adem. Kalo kepanasan ya tinggal menyalakan kipas angin.

Kasihan anakku, setiap hari badannya basah kuyup kena keringat. Padahal dia lahirnya di tengah musim dingin. Yah nggak kerasa banget waktu berjalan begitu cepat, ini sudah musim panas yang keempat aku lalui di Mesir. Semoga tahun depan aku bisa merasakan musim panas di Indonesia. (mau aku bandingin panasan mana Mesir sama Indonesia kalau musim panas). Bener nggak global warming bikin kacau iklim, kalau terbukti wah bisa bahaya, kita harus benar-benar menjaga lingkungan.

Teriakan Fayad

April 17th, 2008 by qurroti

Fayad sekarang sudah pintar deh. Sudah bisa teriak-teriak manja kalau lagi boring atau pingin ngajak main. Kadang dia pidato kemana-mana, bikin kami mama papanya gemes pingin nyiumin terus. Apalagi sekarang beratnya sudah hampir 6 kg, ihh…pipinya itu loh bikin orang pingin nyubit deh.

Fayad sering aku ajak baca buku or ngaji. Biasanya dia juga ikut ngikutin dengan suara khasnya yang imut-imut. Ikutan ngaji sama mamanya, pinter deh, nggak rewel.

Dia juga suka banget kalau aku lagi pegang buku sambil baca, yang tadinya mau nangis jadi berhenti deh, malah asyik ngeliatin buku. Oh Fayad lucunya dirimu Nak.

My Baby Boy

March 2nd, 2008 by qurroti

Namanya Fayad, beratnya 3 kg dan panjangnya 50 cm saat ia terlahir ke dunia. Tanggal lahirnya sama persis dengan hari ulang tahunku. Ternyata Allah memberikan aku kepercayaan menjadi seorang ibu di usiaku yang ke-22, setelah 28 bulan membina rumah tangga bersama suami tercinta.

Saat hamil tua ia kuajak untuk mengikuti ujian semester ganjil. Aku katakan padanya untuk lahir setelah mamanya ujian dan ternyata ia menuruti keinginanku. Permata hatiku ini sangat pengertian, bahkan ia bikin kejutan dengan menyamakan ulang tahunnya denganku…oh ya habibi.

Wajahnya imut, tak pernah bosan aku memandang karunia Tuhan yang sembilan bulan berada di perutku ini. Tangisannya tak pernah membuatku marah, malah rasa khawatirku yang timbul, "Ada apa dengannya? Sakitkah? Laparkah?"

Sekarang hatiku sudah terpaut dengan si kecil dan imut Fayad. Berada jauh darinya telah membuat hatiku rindu.

Sungguh suatu tanggungjawab yang sangat besar untuk mendidiknya menjadi anak yang sholeh, memeliharanya, mengasuhnya, yang nanti akan dipertanyakan di hari akhir.

Aku berharap jantung hatiku ini akan menjadi ladang amal dan ibadah kepada Tuhan.

Saat kutulis blog ini, Fayad sedang tertidur pulas dalam dekapanku. Sekilas kupandang wajahnya yang begitu damai. Lantunan surat yasin yang dibawakan oleh Syekh Masyari Roshid menambah rasa damai itu menjadi ketentraman. Tarikan nafasnya seolah mengajakku berdzikir seraya bersyukur kepada Tuhan yang telah memberiku anugerah tiada terkira.

Semoga buah hatiku ini akan memacu semangatku untuk terus menuntut ilmu dan berjuang di jalan Tuhan dan meraih rido Nya, amin.

Coretan Biasa

September 5th, 2007 by qurroti

Bulan Agustus yang lalu sebenarnya banyak kejadian yang ingin kuabadikan lewat tulisan, tapi apa boleh buat si kecil dalam kandunganku minta perhatian lebih. So aku nggak kuat untuk lama-lama di depan layar comp-ku.

Meskipun terlambat, aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun kemerdekaan untuk negeriku tercinta yang ke-62. Sayang aku belum bisa menginjakkan kakiku di bumi pertiwi untuk ikut menyaksikan kemeriahan yang biasa diadakan di lingkungan sekitar rumahku.

Rindu rasanya mengulang memory Agustusan saat aku masih duduk di bangku SD. Biasanya di komplekku mengadakan acara cerdas-cermat untuk anak-anak SD dan aku sering ikut berpartisipasi. Selain itu juga ada lomba-lomba 17-an yang sudah ma’ruf, meskipun aku jarang mengikuti lomba-lomba itu tapi aku sangat menikmatii kemeriahan acara 17 Agustusan.

Ngomong-ngomong tentang liburan musim panas (ganti tema ni ceritanya), aku cuma ingin di rumah aja. Soalnya aku lagi nggak kuat buat jalan-jalan. Meskipun temanku si Noha sekarang lagi liburan selama 10 hari di Alexandria, rasanya aku nggak tertarik deh. Nggak ngebayangin jalan-jalan di tepi pantai yang banyak anginnya, waduh rasanya nggak kuat, mendingan aku tidur aja deh di kamar.

Jalan-jalannya nanti aja kalau anakku sudah lahir. Kan seru tuh jalan-jalan bertiga sekeluarga. Ya Rabb mudah-mudahan di kasih umur oanjang.

BTW, aku lagi kangen banget sama makanan Idonesia. Dari kemarin yang aku bayangin makanan itu terus, maklumlah dulu sering jajan sih, jadinya ya begini deh. Aku hanya bisa membayangkan makanan itu sekarang hadir di depanku. Aku kangen sekali sarapan nasi bungkusnya Mak yang sering datang pagi-pagi ke pesantern kalo aku mau berangkant sekolah. lauknya itu loh bikin aku pingin, meskipun sederhana, justru itu yang bikin aku pengen. Ada oseng tempe, tumis wortel sama buncis, tahu bumbu lapis, hmm enak banget deh.

Nggak cuma itu aku juga ngebayangin bakso siomaynya Cak Rozi yang selalu datang di malam hari di depan pondik. Dulu biasanya aku titip sama temen-temen untuk dibelikan, enak banget kalo dibayangin.

Karena pondokku bersebelahan dengan pusat jajanan di kota Jombang dan alun-alun Jombang jadinya ya begini, banyak jajanan yang aku rindukan. Dari mulai tahu petis, nasi goreng, mie goreng, nasi pecel, bakso, mie ayam, nasi campur dan lain-sebagainya deh. Aku hanya berdoa untuk sabar. Kalo saja nafsu makanku ada sekarang ini pastilah aku ingin berkreasi membuatnya, tapi sayang banget kata dokter aku nggak boleh capek-capek jadi ya makan terima apa adanya yang dihidangkan suami (padahal makanannya enak-enak loh). Tapi ya gimana lagi nggak nafsu makan, maunya cuma bayangin makanan nan jauh di sana.

Ya udahlah, aku mah sabar aja, berdoa mudah-mudahan sekolahku ceper selesai biar cepet pulang ke tanah air tercinta. Oh iya BTW si kecil dalam perutku sekarang udah bisa gerak-gerak lucu deh. Sory ya nak mama masih belum punya selera makan.

Oke deh segini aja dulu, namanya juga cuma coret-coretan ya dimaklumi lah kalo nggak karuan isinya.

43′C Telah Berlalu

July 1st, 2007 by qurroti

Sekitar emapat hari yang lalu, suhu udara di Kairo berturut-turut berada di posisi 43′C, sungguh udara yang tak biasa dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya berkisar antara 39-40′C.

Kemungkinan besar ini adalah dampak dari pemanasan global yang sering jadi bahan perbincangan saat ini. Sungguh benar-benar terjadi. Aku masih patut bersyukur karena Mesir tidak sampai menginjak pada suhu di atas 45′C sebagaimana yang terjadi di Kuwait sebuah negara kecil nan kaya minyak di sebelah selatan Iraq.

LAgi-lagi aku harus selalu bersyukur karena rumahku tak sepanas rumah-rumah lain di sekitar daerah distrik 10. Setidaknya aku tidak terbakar oleh sengatan matahari karena masih bisa berlindung di balik teduhnya apartement lantai dua di apartemen nomor 37 berlantai enam di kawasan Saqr Quraisy ini.

Dan hari ini aku harus lebih banyak bersyukur karena akhirnya suhu udara Kairo menurun menjadi 35′C. Alhamdulillah akhirnya lepas juga dari panasnya suhu musim panas. Dan semoga suhu udara tidak meningkat lagi ke posisi angka 40. Kalau di Yunani saja orang-orang sudah banyak uang collapse akibat suhu udara 39′C bagaimana di Mesir atau Kuwait yang suhunya di atas 40. Semoga saja keadaan baik-baik saja.

Inilah akibat ulah tangan manusia yang tak bertanggung jawab atas lingkungan hidup, seenaknya saja mengeksploitasi alam tanpa memperhatikan keseimbangan ekosistem di sekitarnya, sehingga dampaknya tidak hanya dirasakan oleh si pembuat ulah, tapi juga mereka yang tak mengerti apa-apa dan tak berdosa pun ikut merasakannya.

Alam raya ini bukan milik mereka yang berkuasa saja, tapi juga milik seluruh makhluk hidup di jagad raya, maka janganlah semena-mena menggunakannya hanya untuk kepentingan segelintir manusia. Kita harus sadar bahwa generasi yang akan datang juga mempunyai hak sama untuk bisa menikmati alam yang indah bebas dari segala macam bentuk polusi, berilah mereka haknya untuk bisa pula menggunakan kekayaan alam untuk kehidupannya, janganlah serakah menghabiskan seluruh kekayaan alam untuk satu generasi saja lalu merusaknya tanpa memberi sedikitpun untuk generasi yang akan datang. Tegakah kita?

Mari kita jaga lingkungan hidup, mulai dari hal-hal kecil, dari diri sendiri dan sekarang juga….

Kejutan Musim Panas

June 20th, 2007 by qurroti

This summer i have a surprise to you guys. Peoples say "Oh..i am really like some surprises". And i’d love too. Do want to know, what is it?

Before i tell you, let me explain my feeling. In fact, i am shy to tell this story to you but i like it, because i am happy.

Well…you know, a month ago i had some examinations in mu campus. I didn’t go everywhere just home and my campus and study and study.

And in the final examination, in thursday 14 June 2007. I felt some stranger in my gracious, something like headache and puking and weak. so my husband tell me to go to the doctor.

And the surprise is there, the doctor say i am pregnant. Oh I am so glad, i am very-very happy. Thank God, finally we have a lovely baby.

Today, i dont do anything in the house, every homework is my husband, cooking, washing, cleaning, i just sit down in the chair or slepping on the bad.

My husband is so kind, thank you honey, i love you very much. you are my hero. He always care all about me, my education, my health, my nutritions, and also our baby. He does everything for me and our baby.

Thank God….

That is all I want to say ….

Badai Pasir Kairo

April 22nd, 2007 by qurroti

Hari ini langit Kairo tampak hitam. Kalau di Indonesia pastilah tandanya akan turun hujan, tapi di Mesir, belum tentu. Cuaca gelap bukan berarti akan turun hujan, bisa jadi akan ada badai pasir. Maklum lah negerinya para nabi ini mayoritas padang pasir. Dari sekian banyak propinsi/muhafadhoh yang ada di Mesir, di Kairo-lah yang paling disesaki oleh para penduduk, bukan saja penduduk asli Mesir, di Kairo banyak sekali orang asing dari seluruh belahan dunia.

Kembali ke masalah cuaca, sebenarnya sekitar satu minggu yang lalu,ada badai pasir yang luar biasa dahsyat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Gara-gara pasir yang ada di padang pasir tertiup angin yang sangat kencang maka imbasnya ya kota Kairo jadi penuh debu. Bayangkan aja padang pasir tertiup angin kencang dan sebelahnya kawasan penduduk, wah nggak tahu deh kaya apa jadinya.

Kebetulan seminggu yang lalu aku pergi ke kampus, wuih coba bayangkan, jarak oandang aja nggak lebih dari seratus meter. So pastilah bandara tidak beroperasi, dan banyak terjadi kecelakaan juga. Orang-orang banyak yang pakai masker, sedangkan aku tidak menyangka akan terjadi padai pasir, ya udah deh aku bayak menghirup debu selama di luar rumah.

Oh, benar-benar menjenuhkan sekali. Udara panas, angin berdebu….rasanya pingin pulang ke Indonesia aja deh…

Tapi kalau nggak di sini nggak akan dapat pengalaman seru begini. Yah hidup di negeri orang ada susah ada senang. Tapi yang jelas kalau kangen ya kangen banget.

Balik lagi ke cuaca. Hari ini juga debu agaknya menyelimuti udara di Kairo. Meskipun aku nggak keluar rumah tapi dari jendela apartemen aku bisa menerka sedang ada badai pasir. Karena angin begitu kencang dan udara yang nggak stabil. Kadang panas sampai celekat-celekit istilah wong jowo. Kadang juga dingin. Makanya sepertinya aku hampir kena flu nih, tenggorokan kering, gatel sakit, tapi kata mama harus sering minum air putih min 8 gelas sehari, so alhamdulillah belum sampai demam.

Menjelang beberapa minggu ujian aku males keluar rumah. Di samping badai pasir, karena keluar rumah juga ngabis-ngabisin tenaga, mendingan di rumah belajar. Soalnya ujian di Al-Azhar susah banget euy…

awal Mei nanti aku ujian lisan, pertengahan nanti ujian tulis. Wahh deg-degan banget. Mudah-mudahan aku selalu diberi kesehatan dan kekuatan selama belajar di sini. Karena kesehatan sangat berharga sekali bung…kalau sakit saat ujian gawat banget.

Ya Rabb lindungilah hambaMu ini dari segala macam penyakit. Berilah selalu kesehatan. Mencegah lebih baik daripada mengobati kan….

Akhirnya ya beginilah, di tengah kondisi cuaca yag nggak stabil begini memang harus siap-siap. Jangan sampai kita lalai, karena sakit itu nggak enak.